.:tutup:.
Tantowi Yahya Public Speaking School – Sekolah Public Speaking, MC & TV Presenter » News & Events

News & Events

A

Gesture dan Body Language Dalam Public Speaking

Berbicara mengenai public speaking maka seseorang tidak boleh menampik peran gesture dan body language dalam menguatkan pesan komunikasi yang ingin disampaikan. Jika Anda berbicara kepada seseorang tanpa dibantu dengan penggunaan gerakan tangan yang selaras dengan kata-kata dan tanpa ekspresi wajah, bisa jadi pesan yang ditangkap orang lain akan berbeda dengan pesan sebenarnya. Hambatan komunikasi terjadi pada Anda berdua. Menurut pakar komunikasi dari Amerika Serikat, Dr. Albert Mehrabian, menyatakan dalam sebuah teori bahwa kekuatan visual, gesture dan body language, dalam berkomunikasi memiliki persentasi terbesar dibandingkan elemen vokal dan verbal. Memang 3 elemen di atas harus saling mendukung agar komunikasi efektif dan mencapai tujuan dengan tepat, tetapi dengan persentasi visual sebesar 55 % dari keseluruhan elemen maka Anda tidak boleh hanya berdiri diam saja di atas podium tanpa gerakan tubuh mendukung kata-kata saat berpidato atau hanya menyilangkan tangan saja di depan perut Anda saat berbicara.

Gesture dan body language harus mendukung kata-kata. Penggunaan gerakan tangan membantu Anda untuk menjelaskan pesan yang sulit jika hanya dijelaskan dengan kata-kata. Gerakan tangan memiliki fungsi untuk membantu mengilustrasikan sesuatu hal yang sedang dijelaskan dan menambahkan penekanan pada kata-kata yang sedang diucapkan. Ketika isi pidato sedang menjelaskan suatu masalah yang benar-benar besar dan harus segera diselesaikan, maka tangan Anda pun harus menunjukkan hal tersebut memang benar-benar urgent dan besar, sehingga audience dengan sendirinya ikut terbawa pada pemaparan Anda. Hal yang perlu diperhatikan bahwa gesture dan body language yang Anda lakukan jangan sampai menjadi mannerism yang mengganggu audience sehingga bisa merusak secara keseluruhan isi presentasi atau pidato Anda. Mannerism yang mengganggu seperti berkali-kali memegang hidung tanpa alasan, terus menerus merapikan kerah baju, menggaruk-garuk kepala, meremas-remas jari, bermain dengan cincin di jari Anda, dan sebagainya. Kegiatan tersebut membuat audience merasa terganggu dan bisa jadi akan mencemooh Anda. Buatlah gerakan tangan yang alami, spontan, wajar, tidak dibuat-buat. Jangan melakukan gerakan tubuh yang tidak bermakna atau tidak mendukung pembicaraan. (hend)

Feni Rose

Teknik Berbicara Efektif dan Efesien Dalam Selling

Komunikasi adalah sebuah proses transfer energi antara penyampai pesan dan orang yang diajak berbicara. Hal itu juga berlaku dalam public speaking. Ketika seorang public speaker berbicara maka diharapkan audience bisa menerima pesan dengan baik, kemudian pesan tersebut bisa diwujudkan dalam tindakan. Jika terjadi situasi dimana beberapa audience merasa tidak nyaman dan tidak mau mendengarkan speech atau isi pembicaraan Anda, berarti ada hal yang salah pada cara Anda menyampaikan atau teknik public speaking Anda yang tidak tepat. Pihak yang harus berubah saat terjadi kondisi demikian haruslah si public speaker, orang yang berbicara di depan. Begitu pula ketika seorang medical representative sedang menawarkan produk obat atau benda medis lainnya kepada dokter, maka cara menyampaikan produk yang tepat harus dikuasai. Ketika dokter tersebut tidak dalam kondisi nyaman maka apapun yang medical representative sampaikan tidak akan didengarkan, tidak terjadi transfer energi positif di sana. Berkaitan dengan kiat dan trik mengenai bagaimana cara berbicara yang tepat dalam selling, Tantowi Yahya Public Speaking School (TYPSS) menyelenggarakan communication skill training, yang diadakan di Fame Hotel, Gading Serpong, pada hari Rabu, 28 Agustus 2013 untuk karyawan PT Citra Derma Estetitama, perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan obat-obatan kosmetika. Seluruh peserta training yang berjumlah 58 peserta ini adalah para medical representative. Para peserta bukan hanya dari Jabodetabek, tetapi juga berasal dari Semarang, Surabaya, Medan, kota-kota di Kalimantan, dan kota-kota lainnya di Indonesia. Para medical representative belajar lebih lanjut bagaimana mempresentasikan suatu produk dan cara berbicara yang tepat di depan umum dalam rangka penjualan produk obat kosmetika.

Training yang diselenggarakan setengah hari ini menghadirkan Feni Rose untuk materi Grab Your Audience, kemudian 1 sesi materi Vocal and Gesture by Riko Anggara dan materi terakhir disampaikan trainer Aes William Wagen untuk materi Teknik Presentasi. Training yang mendapat sambutan meriah dan semangat ini memberikan ilmu dan pemahaman yang lebih dalam bagi para medical representative dalam hal selling. Trainer Feni Rose menyampaikan materi bagaimana seharusnya memahami karakter lawan bicara sehingga pesan tersampaikan dengan baik. Hal yang perlu diingat, komunikasi adalah transfer energi positif antara pembicara dan orang yang diajak bicara. Jangan lupa seorang medical representative harus memiliki figur positif, ramah, dan murah senyum. Kemudian, trainer Riko Anggara mengasah teknik vokal para peserta agar memiliki suara bulat dan firm. Vokal firm dapat menunjukkan kredibilitas seseorang. Sesi terakhir yang difasilitasi oleh trainer Aes William Wagen membahas mengenai bagaimana membuat sebuah presentasi yang tepat dan efektif. (hend)

2

Sebelum Anda Naik Ke Atas Podium

Beberapa exercise yang bisa dilakukan sebelum Anda naik ke atas podium untuk public speaking adalah melakukan senam ringan pada tubuh dan senam muka di tempat dimana Anda sendirian dan merasa nyaman. Jangan sampai Anda melakukan ditempat yang bisa dilihat orang karena Anda akan merasa canggung dan orang-orang yang melihat pasti merasa aneh. Lakukan di dalam toilet atau bisa di belakang podium asalkan Anda merasa nyaman. Lakukan peregangan pada kaki secara rileks, gerak-gerakkan tangan dengan nyaman. Lakukan senam muka, dengan melakukan beberapa facial expresion; tersenyum, tertawa, terkejut, marah, angguk-angguk kepala tanda setuju, dan sebagainya. Lakukan itu dengan durasi hitungan tertentu, bisa 2 x 8 hitungan atau 3 x 8 hitungan. Kemudian, lakukan pernafasan secara teratur, Anda bisa tahan napas dengan interval hitungan tertentu juga. Itu semua bisa membuat Anda merasa nyaman dan rileks untuk memulai public speaking. (hend)

Mengendalikan-Gugup

Mengendalikan Kegugupan

Banyak orang mengalami kegugupan ketika berbicara di atas podium, di depan banyak orang. Mungkin Anda pernah melihat seorang calon anggota legislatif di tempat Anda kesulitan menyusun kata-kata saat diminta berbicara atau terlihat bingung saat menghadapi pertanyaan dari seorang wartawan. Hal ini banyak terjadi karena memang pengalaman dan penguasaan teknik public speaking tidak pernah berbohong. Ketika seseorang paham bagaimana mengendalikan audience dan sering berbicara atau berpengalaman berpidato, maka hampir tidak terlihat kegugupan karena dia sudah melewati banyak “pengalaman gugup” tersebut.

Faktor gugup saat berbicara adalah masalah yang sering disampaikan oleh para calon siswa Tantowi Yahya Public Speaking School (TYPSS) kepada bagian pendaftaran siswa. Tidak kurang dari 60 persen calon siswa yang mendaftar di kelas public speaking ingin mengetahui bagaimana cara efektif mengendalikan nervous tersebut. Di pelatihan public speaking, TYPSS memiliki formula tersendiri dalam hal ease your nervousness karena Anda akan diajak untuk memahami cara berfikir manusia. Pendekatan tersebut baik secara psikis maupun teknik how to. Dengan bimbingan dari para sertifikasi NLP (Neuro-Linguistic Programming) yaitu trainer Rahmadsyah dan trainer Lucy Kusman, maka kegugupan Anda saat berbicara di depan banyak orang bisa dengan mudah dikendalikan. (hend)

Public-Speaking

Pentingnya Eye Contact Dalam Public Speaking

Jangan pernah melihat langit-langit ruangan ketika berbicara di depan forum! Pernyataan tegas tersebut adalah benar. Untuk Anda yang belum banyak jam terbang berbicara di depan banyak orang, maka rasa grogi dan gugup pasti menyerang. Nervous adalah wajar saat anda mulai berbicara. Ketika gugup muncul dan Anda blank, mulai mengeluarkan¬†filler words “Eeeee …..”, maka gerakan mata Anda untuk mengurangi nervous tersebut biasanya adalah melihat ke langit-langit ruangan, melihat ke bawah, mata mulai tidak fokus, mata melihat kanan kiri, dan tidak akan berani melihat mata audience. Ketika Anda tidak berani menatap mata, maka pesan speech atau public speaking Anda sulit tersampaikan dengan tepat. Banyak trik yang bisa dipelajari dalam mengelola nervous sehingga kontak mata Anda tetap menuju kepada audience di depan Anda saat berbicara. Seorang public speaker yang siap adalah dia harus firm dan yakin saat berbicara, tidak boleh terlihat bingung dan salah satu syarat untuk mencapai itu adalah eye contact kepada audience harus dikontrol dengan baik.

Keberanian untuk melihat mata audience saat berbicara di depan banyak orang atau berbicara di atas panggung adalah masalah bagi Anda yang belum banyak pengalaman. Di pelatihan public speaking Tantowi Yahya Public Speaking School (TYPSS), berbicara dengan melihat kepada mata adalah keharusan walaupun pada tahap awal bagi Anda yang baru belajar, masing-masing trainer TYPSS memiliki kiat sendiri. Menurut trainer Bayu Murti, untuk Anda yang sedang dalam tahap awal belajar public speaking, dimana ada ketakutan bila langsung menatap mata, maka bisa melihat pada tengah daerah T wajah, yaitu titik tengah antara 2 alis dan hidung. Hal tersebut bisa Anda pilih. Kemudian, menurut trainer Liliana Wahyudi, selain melihat pada daerah T wajah, trik lainnya adalah Anda bisa melihat pada daerah sekitar mata; bisa kelopak mata audience, sudut mata, atau alis. Itu cukup ampuh untuk mengurangi grogi. Tetapi menurut pendapat dan pandangan senior trainer Juliana Hutubesy dan trainer Riko Anggara, cara paling ampuh untuk tercapainya tujuan speech Anda di depan umum dengan baik adalah tidak ada pilihan selain memang harus melihat mata audience secara langsung walaupun Anda baru belajar untuk berbicara. Tetapi, Anda harus bedakan antara melihat mata dan menatap mata audience dalam-dalam. Lakukan hal tersebut secara perlahan-lahan maka Anda akan terbiasa. Awalnya memang sulit, tetapi ketika dibiasakan maka Anda akan bisa. (hend)

1'

Jiwasraya Communication Skill Training

Di hari Jumat tanggal 14 Juni 2013, TYPSS menyelenggarakan kegiatan communication skill training untuk para agen asuransi Jiwasraya. Training yang diselenggarakan di kantor Jiwasraya regional II Jakarta, Jl. Letjen. S. Parman Kav. 82, Slipi ini bertujuan untuk mempersiapkan para agen asuransi agar mempunyai kemampuan berkomunikasi yang lebih baik kepada para calon customer. Setelah training ini, para agen asuransi dalam 1 minggu ke depan akan menyelenggarakan open house Jiwasraya di beberapa mall di Jakarta. Mempelajari how to grab the potensial customer adalah penting untuk para agen asuransi karena memberikan kesan paling tepat dan proporsional kepada calon konsumen adalah tidak mudah.  Di fasilitasi trainer Lucy Kusman, seorang pakar NLP (Neuro-Linguistic Programming), para peserta antusias memahami bagaimana sebenarnya seseorang berfikir, sehingga diharapkan ketika mengetahui pola fikir manusia maka seorang agen asuransi mengetahui komunikasi apa yang tepat untuk diterapkan. Para peserta juga belajar memahami tipe-tipe manusia berdasarkan atas auditory, visual dan kinestetik.

Saat kita berkomunikasi, menurut pakar komunikasi Albert Mehrabian, bahwa prosentase visual adalah 55 % sehingga bila dikaitkan mengenai hal tersebut maka faktor penampilan tidak boleh dianggap sepele. Saat seorang agen asuransi akan mendekati prospek maka dia harus mantap bahwa penampilan sudah meyakinkan. Trainer Linda Lestari mengampu materi grooming dan make up, memberikan kiat dan cara-cara terbaik dalam memadupadankan busana. Pilihan warna hangat atau warna dingin perlu benar-benar dipahami. Seorang agen asuransi harus mengerti dalam hal memilih busana agar calon konsumen mendapatkan profil yang jelas dan tepat bagaimana penampilan seorang agen asuransi seharusnya. Pemilihan aksesoris pun harus tepat, apakah menggunakan aksesoris silver atau gold. Selain itu, trainer Linda juga memberikan cara aplikasi make up yang tepat. (hend)

unduhan

Penggunaan Quote Dalam Public Speaking

Apakah anda mengetahui salah satu cara untuk mengawali sebuah speech atau presentasi? Untuk awalan yang powerful maka anda perlu menggunakan sebuah quote. Quote yang menarik ditunjang dengan penerapan diksi yang tepat sehingga bisa membuat audience anda bertanya-tanya dan penasaran, seperti apa isi presentasi anda? Di buku “101 Tips Kilat Public Speaking Yang Memukau” karangan Fai Hayaza, S.Psi, “Quote merupakan kutipan kalimat-kalimat atau pernyataan yang berarti. Quote merupakan cara yang sangat baik dan mudah untuk menstimulasi emosi dan perasaan. Selain itu, quote dapat digunakan sebagai pembantu ilustrasi dan untuk lebih menekankan konsep atau poin apapun yang ingin anda sampaikan”. Menurut Juliana Hutubessy, senior trainer TYPSS, bahwa speech yang bagus harus diawali dari the initial attraction dan penggunaan quote yang tepat adalah sebuah initial attraction bagi audience sehingga timbul pertanyaan di benak mereka, speech seperti apa yang akan anda sampaikan. Teknik ini bisa mengambil perhatian audience secara cepat sehingga suasana speech lebih mudah dikendalikan oleh Anda. Quote bila tidak ditempatkan pada awal sebuah speech, maka bisa ditempatkan di tengah-tengah isi materi sebagai sebuah cara ice breaking. Saat audience mulai bosan dan jemu mendengarkan presentasi maka anda bisa secara tiba-tiba menyampaikan quote dari seorang artis atau pemikir dunia terkenal, dengan suara yang anda lantangkan dan disesuaikan dengan isi speech atau presentasi anda. Maka, audience anda bisa kembali lagi fokus.

Tujuan speech atau presentasi anda bisa tersampai dengan baik dan tepat diawali dengan penguasaan bahan pembicaraan. Hal itu adalah mutlak. Penggunaan quote populer, bisa dari seorang filsuf, negarawan, atau artis terkenal adalah sebuah bumbu penguat untuk tersampainya isi materi speech anda secara baik. Quote yang disesuaikan dengan isi speech anda bisa membuat audience terus teringat dengan quote tersebut sehingga diharapkan teringat pula dengan isi speech anda. Trik penggunaan quote dalam sebuah speech adalah trik cerdas agar tujuan anda tersampaikan. Mulai sekarang, Anda bisa mulai mencari dan menghafal beberapa quote dari orang-orang terkenal di dunia, yang mana mereka menginspirasi banyak orang untuk berubah. Maka, Fundoshi O Shimete Kakaru*. Mantapkan niat Anda dan segera mulai saat ini mencari quote yang bisa menginspirasi dan membuat speech anda berkualitas. (*Quote dari sebuah peribahasa Jepang terkenal) (hend)

IMG_46411-300x200

Antusiasme Peserta ESDM MC Training

Bertempat di hotel Ibis Arcadia Jakarta Pusat, TYPSS menyelenggarakan master of ceremony (MC) training untuk sekretariat jenderal Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM). Training ini diselenggarakan selama 2 hari pada 22 dan 23 Mei 2013. Sebanyak 35 peserta training menunjukkan rasa ingin tahu, antusias, dan semangat untuk belajar bagaimana menjadi seorang MC profesional, disesuaikan dengan kultur kantor atau perusahaan. Adakalanya seorang karyawan tiba-tiba ditunjuk menjadi MC secara mendadak. Bila tidak tahu trik dan tips yang tepat bagaimana menyiasati itu, maka rasa gugup tersebut bisa menghancurkan penampilan secara keseluruhan. Kementerian ESDM memahami bahwa peningkatan kemampuan MC adalah penting dan harus terus diberikan pengayaan materi.

Alvin Adam lewat pendekatan sharing pengalaman memberikan materi how to become a professional MC. Peserta memberikan perhatian dengan mengajukan banyak pertanyaan. Melakukan senam muka, humming, nafas perut dan pelafalan huruf adalah praktek yang diberikan Alvin Adam sebagai bekal awal setiap peserta agar bisa menjadi seorang MC yang profesional. Selain menjadi seorang MC yang bagus untuk kebutuhan kantor, Alvin memberikan gambaran bahwa kemampuan MC bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai penghasilan tambahan di luar jam kerja kantor. Kemudian, materi vocal, gesture, dan body language for MC disampaikan oleh trainer Michael Tjandra dengan sambutan antusias peserta. Peserta training mengikuti sesi ini dengan semangat. Mike, biasa Michael di pangggil, memberikan tips singkat untuk mengoptimalkan bahasa tubuh dan artikulasi. Selain itu, materi-materi lain disampaikan oleh trainer-trainer TYPSS yang berpengalaman, seperti Linda Lestari untuk materi grooming dan materi survey & preparations oleh trainer Andi Iskandar. Untuk mendapatkan pengalaman dan suasana belajar dengan kualitas sama, maka kawan-kawan segera bergabung dengan TYPSS, tempat belajar Master of Ceremony terbaik di Indonesia. TYPSS … inspires to speak & speaks to inspire. (hend)

IMG_4489

Membentuk Budaya Kerja Profesional

Harapan sebuah kantor atau perusahaan kepada karyawan baru adalah karyawan baru tersebut mampu beradaptasi cepat dengan budaya kantor baru dan mampu mengoptimalkan kemampuan yang dipunyai untuk sebesar-besar kemajuan kantor. Bagaimana cara berkomunikasi secara tepat kepada atasan dan teman sejawat harus dipahami dengan baik karena tiap kantor memiliki budayanya sendiri-sendiri. Kemudian, bagi karyawan yang berhubungan dengan pihak eksternal, tentu kemampuan berkomunikasi yang tepat harus dimiliki. Selain itu, seorang karyawan baru harus paham juga ilmu mengenai cara peningkatan kualitas pribadi. Oleh karena itu, pada Jumat, 3 Mei 2013, Jiwasraya mengundang TYPSS untuk memberikan pembekalan kepada 35 orang karyawan baru mengenai komunikasi bisnis dan materi personality development. Selama 1 hari, training yang mendapat sambutan positif dari seluruh peserta ini diselenggarakan di pusdiklat Jiwasraya Jakarta. Training ini direncanakan ada 4 batch dimana peserta training dari tiap-tiap batch berbeda-beda. Ini adalah bentuk kepercayaan Jiwasraya tentang hasil bagus dari training TYPSS selama ini karena training ini merupakan training ke 2 dari training sebelumnya.

Trainer Bayu Murti membawakan materi komunikasi bisnis. Sebagai karyawan baru Jiwasraya dan banyak dari peserta adalah fresh graduate, maka dia memberikan fondasi awal pengertian komunikasi dalam rangka mewujudkan harmonisasi kantor. Sebagai trainer berpengalaman, maka dia bisa menjelaskan secara gamblang bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar untuk mewujudkan budaya kerja profesional. Peserta dipaksa untuk mau berbicara dan mengungkapkan ide-idenya dalam menanggapi penjelasan materi. Kemudian, di sesi kedua untuk materi personality development dibawakan oleh Linda Lestari. Sesi ini begitu mendapat sambutan meriah dan hangat karena para peserta memperoleh ilmu cara berperilaku yang tepat di kantor, cara membawakan diri, cara menunjukkan citra positif, dan hingga cara memadupadankan busana. (hend)

IMG_3322

Meningkatkan Kompetensi Pegawai

Pada tanggal 15 dan 16 April 2013, TYPSS menyelenggarakan korporat public speaking training selama 2 hari untuk Dirjen Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan. Disadari sepenuhnya bahwa kemampuan public speaking dan keterampilan berkomunikasi adalah kompetensi dasar seorang pegawai atau karyawan, maka training ini mendapat sambutan positif dari sekitar 15-an peserta. Peserta training merasakan perubahan signifikan meningkatnya kemampuan berkomunikasi di depan umum dan semakin mengetahui bagaimana cara efektif untuk mengelola rasa grogi.

Komunikasi untuk menghubungkan rasa adalah materi yang disampaikan oleh trainer Alvin Adam. Sebagai seorang host di acara Just Alvin Metro TV, dia berbagi ilmu dan pengalamannya tentang bagaimana seharusnya sesorang berbicara di depan umum secara baik dan tepat. Senyum sebagai senjata kuat seorang public speaker adalah kekuatan untuk menjalin chemistry audience dan cara untuk mengelola nervous. Peserta training juga mendapatkan materi vokal, gesture dan body language dari trainer Michael Tjandra. Dengan pengalamannya sebagai RCTI TV Presenter dan Master of Ceremony, Mike, biasa dipanggil, memberikan trik dan tips bagaimana mengoptimalkan gerakan tubuh, gerakan tangan, suara, dan tatapan mata. Tidak semua orang mengetahui bagaimana cara menatap mata audience dengan tepat, tanpa merasa terintimadasi balik dari tatapan mata audience. Selain 2 trainer yang telah disebutkan, training kali ini juga menghadirkan Rahmadsyah untuk materi ease your nervous, Juliana Hutubessy memberikan materi teknik verbal, dan materi teknik presentasi dari trainer Aes William Wagen. Training ini diselenggarakan di hotel OASIS AMIR, Jakarta Pusat dan berjalan sukses. (hend)